:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Kategori Pilihan » Information Technology » Pengertian Web 1.0. Web 2.0, Web 3.0

Pengertian Web 1.0. Web 2.0, Web 3.0

web servicesMemang tidak salah kalau jaman sekarang ini disebut jaman informasi, dimana orang yang menguasai informasi lebih cepat dan mampu berinteraksi dengannya, maka dialah yang bisa disebut pemenang..
Belum selesai aku ini mempelajari teknologi, yah minimal konsep dari web 2.0, eh alah semingguan ini muncu kabar kalau sudah akan dikemangkan konsep terbaru yaitu web 3.0.
Apa sih sebenarnya perbedaan antara web 1.0 , web 2.0 dan web 3.0 itu sendiri ? Berikut ini sedikit penjelasan dari saya mengenai perbedaan di antara ketiganya :
  1. Web 1.0 . Awal mula website berdiri dimulai dari konsep ini, dimana suatu website masih mengandalkan halaman statis dari tag-tag HTML yang hanya digunakan untuk memajang informasi-informasi dimana satu halaman terdiri dari satu informsi saja (benar-benar statis). Kalau kemarin abis baca dari PC MILD edisi terakhir, konsep ini disebut dengan read only.
  2. Web 2.0 .Ok kalau untuk yang ini, saya yakin kita semua terutama yang berkecimpung dalam dunia online earning, pasti sudah merasakan. Kalau menurut saya, konsep web 2.0 ini mulai dikenal orang adalah ketika Google mulai menggunakan teknologi AJAX pada tahun 2005 (CMIIW). Memang konsep web 2.0 cenderung dekat dengan teknologi ini, tetapi inti sebenarnya dari konsep ini adalah, user/visitor tidak hanya membaca informasi di website/blog kita saja, tetapi juga dapat berinteraksi di dalam website itu. Hal ini terbukti dengan bermunculannya website-website social bookmarking atau yang sejenisnya, seperti Friendster, Digg, dan teman-temannya. Oleh karena itu konsep web 2.0 ini dapat disebut dengan istilah read write.
  3. Web 3.0 .Nah ini yang terakhir pada jaman ini. Konsep ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (AI/Artificial Intelegence). Wew, pembicaraan semakin berat aja nih :) . Jadi di konsep ini, diibaratkan tidak hanya manusia saja yang mampu berinteraksi (web 2.0) tetapi aplikasi-aplikasi online pun (website) kini dapat saling ‘berbicara’. Hiii..Antar aplikasi dapat saling berbicara? Emang punya mulut pa ? :) ..Hehe, kemampuan saling berinteraksi ini dimulai dengan adanya web services. Dengan adanya web services ini, dua website ataupun lebih dapat saling bertukar data atau bahkan dapat saling bertukar aplikasi/proses dan operasi. Bagaimana dengan manusianya? Tentu tetap dapat melakukan interaksi dunk, masak makin canggih malah ga bisa ? :) ..Bahkan dengan adanya web 3.0 ini, manusia akan semakin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi website. Dengan adanya web services ini, manusia tidak membutuhkan website lainnya, maksudnya adalah hanya dengan mengunjungi satu buah website, maka orang itu akan dapat menemukan seluruh kebutuhannya/informasi bahkan walaupun website yang dikunjungi itu tidak mempunyai informasi yang dia inginkan, tetapi website tersebut dapat berinteraksi dengan aplikasi website lainnya yang mungkin menyediakan konten informasi yang user tersebut inginkan. Tambah canggih aja kan? :)
Nah sekarang, siapkah kita untuk menghadapi konsep website yang paling akhir ini? Mungkin jaman sekarang kita telah merasakan teknologi dari web 2.0 , tetapi bagaimana dengan web 3.0 ini? Contoh aplikasi web 3.0 ini adalah web services Amazon, Cj (Commission Junction), dll. Diantara para pemain affiliate mungkin telah merasakan manfaat dari konsep web services ini, tetapi kalau saya tanya lagi, apakah kita juga mampu menciptakan aplikasi dengan konsep web 3.0 ini? :)

2 Comments

  1. […] Bermula dari analisa kebutuhan dari para perusahaan yang saya coba tangani dalam pengerjaan IT Master Plan (IT Blue Print). Beberapa solusi (Target) terutama aspek Aristektur Sistem Informasi & Arsiktetur Teknologi, khsusunya bicara mengenai pendekatan TOGAF 9.1. Solusi yang digunakan untuk  WEB SERVICE, dimana fungsi webservice ini adalah salah satunya adalah menyiasati pertukaran data dari beberapa platform. Hampir semua perusahaan saat ini tidak bisa menyelesaikan 1 masalah perusahaan cukup dengan 1 solusi aplikasi (misalkan ERP :SAP, Oracle, Microsoft Dynamic, dll), akan tetapi masih membutuhkan aplikasi-aplikasi lain untuk mengelola data bisnis perusahaan. Saat ini Web Service dalam pengembangannya sudah berkembang mulai dari Web 1.0, Web 2.0, Web 3.0, untuk detail pembahasannya rekan-rekan bisa melihat tulisan mengenai perbedaan masing-masing Web […]

  2. […] Bermula dari analisa kebutuhan dari para perusahaan yang saya coba tangani dalam pengerjaan IT Master Plan (IT Blue Print). Beberapa solusi (Target) terutama aspek Aristektur Sistem Informasi & Arsiktetur Teknologi, khsusunya bicara mengenai pendekatan TOGAF 9.1. Solusi yang digunakan untuk  WEB SERVICE, dimana fungsi webservice ini adalah salah satunya adalah menyiasati pertukaran data dari beberapa platform. Hampir semua perusahaan saat ini tidak bisa menyelesaikan 1 masalah perusahaan cukup dengan 1 solusi aplikasi (misalkan ERP :SAP, Oracle, Microsoft Dynamic, dll), akan tetapi masih membutuhkan aplikasi-aplikasi lain untuk mengelola data bisnis perusahaan. Saat ini Web Service dalam pengembangannya sudah berkembang mulai dari Web 1.0, Web 2.0, Web 3.0, untuk detail pembahasannya rekan-rekan bisa melihat tulisan mengenai perbedaan masing-masing Web […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: