Anda Pengunjung ke :

  • 94,082 hits

About Me

Bambang Suhartono

Bambang’s Chat Room

Like this Blog :

Visitor :

Flag Counter

RSS Detik.net

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Bagaimana melakukan Teknik Presentasi didepan Publik

Bagaimana Melakukan Teknik PresentasiPada tulisan kali ini saya akan coba berbagi mengenai “Bagaimana melakukan Teknik Presentasi”. Saya sering melihat banyak sekali baik Karyawan maupun mahasiswa dalam melakukan presentasi masih menggunakan prinsip “membaca” dimana slide yang dibuat dibaca ulang lagi oleh presenter (pembawa presentasi), yang berakibat pendengar menjadi jenuh dan tidak heran berakibat ada peserta yang tidur, bosan sehingga tujuan (goal) dari presentasi yang akan kita buat yaitu menyampaikan pesan sehingga peserta (audience) memahami apa yang kita ingin sampaikan menjadi tidak terwujud.

Berikut saya mencoba berbagi, bagaimana melakukan teknik presentasi yang baik sehingga presentasi yang kita bawakan bisa didengarkan dan dipahami oleh para peserta (audience).

Metode yang saya gunakan dalam penyampaian kali ini adalah menggunakan konsep PDCA (Plan – Do – Check – Action). Adapun yang perlu diperhatikan sebelum kita melakukan presentasi adalah tentukan sasaran dari presentasi , antara lain :

  • Buatlah Waktu presentasi yang efektif, yaitu antara 10 ~ 15 menit
  • Lakukan Penyampaian komunikatif yang efektif
  • Presentasi harus dapat dipahami dengan baik
  • Dan buatlah agar suasana presentasi berkesan berkesan

Untuk lebih jelasnya, rekan-rekan bisa membaca tahapan teknik presentasi yang sudah saya rangkum kedalam slide presentasi

Silahkan klik link berikut ini untuk melakukan dowload materi presentasi

Semoga bermanfaat

 

Protected: Daftar Nilai Ujian MK Keamanan Komputer 2015

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Seminar “Peluang ICT untuk menjadi Technopreneurship serta Profesional IT di usia muda”

Pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2015, bertempat di Gedung Pemda Bekasi – Swatantra Wibawa Mukti. Saya diminta untuk mengisi acara seminar Nasional yang diselenggarakan oleh pihak STT Pelita Bangsa Bekasi. Acara dengan Tema “Potensi Teknik Informatika di Sektor Industri dan Bisnis”. Acara yang berlangsung mulai dari pukul 9.00 – 15.30 diisi kurang lebih ada 6 pembicara.

seminar oleh bambang suhartono (more…)

Pembekalan SMK “Peluang Lulusan SMK menyongsong dunia Industri”

Pada hari selasa, tanggal 6 Mei 2015 saya diminta untuk memberikan sharing session pada  SMK Al Muslim Bekasi, disana saya memberikan pembekalan kepada calon lulusan SMK yang akan menyelesaikan program belajarnya disana. Judul yang saya bawakan adalah “Peluang Lulusan SMK menyongsong Dunia Industri”. Peserta yang dihadiri sekitar 90 orang an yang terdiri dari para siswa siswi SMK Al Muslim, juga dihadiri oleh para pengelola Yayasan Al Muslim serta pihak pengelola AMIK Al Muslim (sebagai Host dalam acara ini).

seminar 2015 @smk al muslimAcara yang mulai berlangsung dari pukul 9.30 – 12.30 WIB. Materi yang saya bawakan membicarakan mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi  dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang akan berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Dalam materi tersebut, saya mencoba menyampaikan, bahwa Apa yang perlu dilakukan setelah Lulus SMK , yaitu ada 3 pilihan :

  1. Menikah
  2. Bekerja
  3. Kuliah

Semua nya itu adalah pilihan Anda , karena memang hidup adalah penuh dengan pilihan. Akan tetapi pilihan tersebut haruslah bercermin kepada cita-cita yang akan kita capai.

(more…)

Bagaimana mengelola Organisasi IT agar tumbuh dan berkembang bersama bisnis Perusahaan

'We've considered every potential risk except the risks of avoiding all risks.'Menarik jika mendengar suatu Perusahaan yang sudah besar, tetapi dengan organisasi IT yang secara jumlah man powernya pun cukup besar akan tetapi konsep pengelolaan organisasi IT nya belum merujuk kepada kaida-kaidah pengelolaan yang benar. Yang Saya maksud kaidah dalam hal ini adalah pengelolaan berdasarkan pendekatan “Best Practise” serta standard yang sudah ada dan banyak diterapkan pada organisasi IT lainnya dan efektif dalam membantu perusahaan untuk meningkat strategi secara menyeluruh . Diskusi ini terjadi ketika Saya mendapatkan beberapa pertanyaan dan dari beberapa teman-teman pada suatu perusahaan baik dari latar belakang non IT maupun dari latar belakang IT sendiri , seperti :

  1. Bagaimana mengelola organisasi IT yang benar dan Metode apa yang harus digunakan, agar organisasi IT bisa sejalan dengan kegiatan bisnis Perusahaan ?
  2. Bagaimana agar organisasi IT Saya tidak hanya sebagai supporting, akan tetapi sebagai mitra/ partner dalam membangun bisnsis ?
  3. Bagaimana jika pengelolaan IT dalam suatu group perusahaan yang baik, karena selama ini masing-masing perusahaan/ divisi pada perusahaan tersebut mempunyai organisasi IT sendiri-sendiri ?

Berdasarkan pengalaman Saya dalam membangun organisasi IT maupun berdasarkan diskusi maupun benchmarking ke beberapa perusahaan yang Saya melihatnya cukup besar dan pengelolaan IT nya sudah baik, beberapa pertanyaan tersebut akan Saya coba jelaskan satu persatu.

#1. Bagaimana mengelola organisasi IT yang benar dan Metode apa yang harus digunakan, agar organisasi IT bisa sejalan dengan kegiatan bisnis Perusahaan ?

Dalam mengelola Organisasi IT yang benar, yang perlu diperhatikan adalah bahwa pertama harus ada jiwa kepemimpinan dalam memimpin organisasi tersebut. Karena seperti yang kita ketahui bahwa dalam mengelola IT, tidak hanya kita bicara mengelola mesin yang berhubungan dengan IT akan tetapi juga kita bicara bagaimana mengelola orang. Karena orang yang terlibat dalam organsiasi IT sendiri merupakan team yang perlu juga perhatian khusus. Perhatian ini tidak hanya berbicara mengenai gaji, karir, akan tetapi kemampuan/ skill mereka yang perlu ditambah dalam bentuk perencanaan training/ pelatihan yang perlu diambil oleh masing-masing karyawan. Beberapa perhatian yang harus diperhatikan tadi sebagai dasar untuk menjaga/ retain agar karyawan kita tetap menjadi bagian dari team yang utuh dan solid terutama dalam membangun organisasi IT. Selain dari faktor pendekatan internal, pendekatan secara eksternal terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan adalah mampu untuk bersosialisasi dengan bagian/ Department lainnya. Karena Bagian/ Department yang ada pada satu perusahaan, juga sebagai ujung tombak keberhasilan dari organisasi IT tersebut, karena tanpa dukungan dari bagian/ department yang ada, segala implementasi IT yang dilakukan di Perusahaan tidak akan berjalan lancar,s sesuai harapan organisasi. Selain dari internal perusahaan, dari sisi eksternal perusahaan pun juga perlu adanya perhatian khusus, terutama dalam menjalin kerjasama/ partnership dengan para vendor/ supplier. Karena jangan sampai karena tidak ada kerjasama yang berjalan baik, kita tidak bisa didukung oleh pihak luar (vendor/ supplier). Berdasarkan beberapa pengelaman, banyak sekali team IT pada saat terjepit (sebagai contoh, perangkat server/ router mati, sedangkan di IT sendiri tidak ada backup dan esok sudah harus digunakan oleh seluruh karyawan/ customer), maka mau tidak mau, kemampuan leadership ini yang harus diuji, terutama dalam bagaimana melakukan pendekatan/ melobi pihak vendor/ supplier untuk bisa membantu meminjamkan sementara perangkat yang ada (sebagai pengganti sementara) dari perangkat yang rusak, sehingga layanan IT tetap bisa berjalan (tanpa ada gangguan).

(more…)

Li-Fi Teknologi komunikasi data dengan menggunakan Cahaya lampu LED

LEDJika melihat Perkembangan teknologi komunikasi data, dari sebelumnya teknologoi hardwire (media komunikasi data yang menggunakan kabel), seperti : Coaxial cable, Twisted pair (UTP/ STP) bahkan sampai dengan FIbre Optic.  Dan juga perkembangan teknologi softwire (media komunikasi data yang menggunakan perangkat non kabel), seperti : infrared, wifi, microwave. Perkembangan softwire begitu banyak berkembang pesat,  ini dilandasai dengan beberapa faktor terutama masalah kerumitan dalam hal installasi terutama harus menggunakan fisik (tempat yg sudah ada), seperti kabel yang harus ditanam dibawah tanah, kabel yang harus melewati tembok, bahkan tiang-tiang yang tinggi, sehingga bisa berdampak selain estetika (keindahan) tetapi juga faktor biaya. Oleh karena itu banyak para pengembang/ engineer, untuk mengembangkan teknologi komunikasi data softwire. Teknologi transfer data nirkabel (softwire)  yang paling banyak digunakan adalah Wi-Fi. Hampir semua perangkat elektronik seperti PC, Notebook, smartphone, tablet, smartwatch dan lainnya sudah menyematkan Wi-Fi untuk konektivitas atau kanal internetnya. Tapi sebentar lagi akan hadir teknologi Li-Fi  (Light Fidelity) dimana fungsinya sama seperti Wi-Fi namun menggunakan media cahaya LED. Dikutip dari BBC, beberapa peneliti di Cina berhasil mengembangkan transfer data via Li-Fi hingga kecepatan 150Mbps.

Harald Haas, seorang profesor di Edinburgh University, memprakarsai teknologi Li-Fi ketika ia sukses mendemonstrasikan sebuah prototipe alat yang dapat mentransfer informasi menggunakan radiasi LED tiga tahun lalu. Ia bahkan membuat perusahaan untuk menjual solusi berbasis Li-Fi. Li-Fi memiliki keunikan karena menciptakan sebuah kode biner digital dengan pancaran sinar, sedangkan Wi-Fi mengirimkan data menggunakan gelombang radio.

(more…)

WEB Service dan manfaatnya pada Perusahaan

web serviceBermula dari analisa kebutuhan dari para perusahaan yang saya coba tangani dalam pengerjaan IT Master Plan (IT Blue Print). Beberapa solusi (Target) terutama aspek Aristektur Sistem Informasi & Arsiktetur Teknologi, khsusunya bicara mengenai pendekatan TOGAF 9.1. Solusi yang digunakan untuk  WEB SERVICE, dimana fungsi webservice ini adalah salah satunya adalah menyiasati pertukaran data dari beberapa platform. Hampir semua perusahaan saat ini tidak bisa menyelesaikan 1 masalah perusahaan cukup dengan 1 solusi aplikasi (misalkan ERP :SAP, Oracle, Microsoft Dynamic, dll), akan tetapi masih membutuhkan aplikasi-aplikasi lain untuk mengelola data bisnis perusahaan. Saat ini Web Service dalam pengembangannya sudah berkembang mulai dari Web 1.0, Web 2.0, Web 3.0, untuk detail pembahasannya rekan-rekan bisa melihat tulisan mengenai perbedaan masing-masing Web

SEBAGAI CONTOH : pada 1 Perusahaan menggunakan ERP (Enterprise Resources Planing ) dengan brand anggap “A”  untuk seluruh bisnis, akan tetapi  ada 1 Department/ bagian yang tidak bisa tercover dengan aplikasi ERP tersebut (disebabkan karena keterbatasan modul yang tidak tersedia), tetapi perusahaan tersebut memutuskan untuk menggunakan aplikasi tambahan yang dikerjakan secara customize (baik internal team maupun oleh konsultan/ outsource). Pada saat pelaksanaanya  data tersebut dibutuhkan untuk bisa diakses (pertukaran data), atau dengan kata lain dihubungkan antara aplikasi customize dengan aplikasi ERP perusahaan. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi Web Services.

Untuk pembahasan lebih lanjut, berikut saya coba jelaskan mengenai apa itu Web Service,  kegunaannya untuk apa.

Web service menurut W3.org mendefinisikan web service sebagai “sebuah software aplikasi yang dapat teridentifikasi oleh URI dan memiliki interface yang didefiniskan, dideskripsikan, dan dimengerti oleh XML dan juga mendukung interaksi langsung dengan software aplikasi yang lain dengan menggunakan message berbasis XML melalui protokol internet”.

Web service adalah sebuah sofware aplikasi yang tidak terpengaruh oleh platform, ia akan menyediakan method-method yang dapat diakses oleh network. Ia juga akan menggunakan XML untuk pertukaran data, khususnya pada dua entities bisnis yang berbeda.

(more…)

Bagaimana Apple dan Google Melakukan Meeting

meeting_13Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Bagaimana Apple & Google melakukan meeting. Semoga dengan pembahasan ini bisa menginspirasi baik inovasi dalam  hal melakukan meeting, karena tujuan dari meeting adalah pada akhirnya Goal sebuah kesepakatan.

Menurut sebuah studi di Inggris, karyawan rata-rata menghabiskan sekitar 16 jam untuk melakukan meeting setiap minggu atau setara dengan lebih dari 800 jam setahun.

Eksperimen yang dilakukan oleh startup dan perusahaan Fortune 500 dalam satu dekade terakhir telah menghasilkan aturan baru untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa aturan yang bersifat universal :

  1. Semua meeting harus memiliki tujuan atau agenda. Tanpa agenda, pertemuan dapat dengan mudah berubah menjadi pertemuan sosial tanpa tujuan daripada kegiatan kerja yang produktif.
  2. Peserta harus meninggalkan meeting dengan langkah selanjutnya atau Action Items. Perusahaan seperti Apple hingga Toastmasters adalah beberapa dari organisasi yang paling sukses di dunia yang menuntut peserta meninggalkan pertemuan dengan action items.
  3. Setiap meeting harus memiliki waktu akhir. Tanpa waktu selesai yang jelas, biasanya akan terjadi pembicaraan diluar topik, bertele-tele dan pembicaraan yang tidak berguna.

Tentu saja masih ada hal lainnya, perusahaan yang benar-benar produktif selalu mencari solusi yang sesuai dengan kultur yang diterapkan. Berikut diantaranya:

Apple

Selama era Steve Jobs, Apple terus bekerja untuk tetap setia pada akar startup walaupun sudah menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.

  • Setiap komponen proyek atau tugas memiliki “DRI”. Menurut Adam Lashinsky dari Fortune, Apple melahirkan akuntabilitas pada setiap meeting dengan menunjuk Directly Responsible Individual yang namanya muncul di sebelah semua item agenda. Dengan setiap tugas memiliki penanggung jawab, jarang ada kebingungan tentang siapa yang harus menyelesaikan suatu tugas.
  • Bersiaplah untuk menantang dan ditantang. Ada puluhan cerita tentang kemampuan Steve Jobs bertanya kepada karyawannya secara agresif yang terkadang bisa membuat mereka menangis. Setiap orang harus bersedia untuk membela ide-ide dan karya mereka dari kritik yang jujur​​. Jika seseorang tidak memiliki ide untuk diperjuangkan, mereka tidak seharusnya mengikuti meeting.

Google

Pada salah satu edisi “Think With Google” VP of Business Operations Google Kristen Gil menggambarkan bagaimana perusahaan melewati tahun 2011 untuk kembali ke nilai-nilai aslinya sebagai sebuah startup, termasuk mempertimbangkan kembali bagaimana  melakukan meeting. Berikut beberapa diantaranya:

  • Semua pertemuan harus memiliki Decision Maker yang jelas. Gil menggunakan pendekatan ini untuk membantu tim Google+ menambahkan lebih dari 100 fitur baru dalam 90 hari setelah peluncuran.
  • Tidak lebih dari sepuluh orang di sebuah meeting. “Attending meetings isn’t a badge of honor” tulisnya.
  • Keputusan tidak boleh menunggu meeting. Jika tidak, kecepatan perusahaan akan diperlambat dengan jadwal meeting. Jika diperlukan, laksanakan meeting sesegera mungkin.

(more…)

Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba.Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll. Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah masing-masing.

Yang dibutuhkan :
– 200 ml air
– 50 gram gula merah
– 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar)
– botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah pembuatan

1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.

2. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.

(more…)

Konsep Superneting

Setelah 1 minggu yang lalu saya menjelaskan mengenai konsep Subneting, kali ini saya akan menjelaskan mengenai konsep Superneting. Konsep Supernetting  adalah proses menggabungkan dua atau lebih blok IP address menjadi satu kesatuan. Jika proses subnetting dapat membagi sebuah network menjadi beberapa subnet, maka supernetting merupakan proses kebalikannya. Supernetting menggabungkan beberapa network yang berdekatan sehingga terbentukalah sebuah supernet. Pada umumnya diterapkan pada network yang cukup besar untuk memudahkan proses rounting. Supernetting disebut juga Classless Inter-Domain Rounting atau CIDR.

Konsep Superneting diciptakan dalam menanggapi kekurangan dari sistem “classful” untuk menangani internet protocol (IP) addresses didistribusikan ke dalam pools of pre-defined size yang dikenal sebagai blok. Supernetting ini memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan ukuran jaringan mereka dan mengurangi kebutuhan peralatan routing jaringan dengan menjumlahkan rute yang terpisah.

Dengan supernets dan sistem pengalamatan classful, alamat IP dibagi menjadi minimal dua bagian: pengenal jaringan komputer yang menentukan suatu jaringan, dan pengenal host yang menentukan komputer atau perangkat lain pada jaringan. Panjang keseluruhan dari alamat IP terbatas, sehingga ukuran satu identifier membatasi ukuran yang lain. Sebelum konsep supernet, alamat IP dibagikan dalam bentuk balok, menurut sebuah “class” yang menentukan berapa banyak alamat didedikasikan untuk kedua jenis identifier.

Pada Address “Class A”, identifier jaringan cukup singkat, menyebabkan ruang untuk keperluan ini hanya 127 blok jaringan, sedangkan panjang relatif pengenal host memungkinkan masing-masing 127 jaringan memiliki lebih dari 16 juta host. Dua kelas umum lainnya adalah Class B, yang dapat mendukung hingga 65.534 host dan 16.384 jaringan, dan Class C, yang memungkinkan hanya 254 host, tetapi lebih dari dua juta jaringan.

(more…)

Hallo Guys…

Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com

My Partnership :

This slideshow requires JavaScript.

MY TWITTER :)

TMC POLDA METRO JAYA

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
July 2015
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers