:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Kategori Pilihan » A Cup of Cofee – Berbagi Cerita

Category Archives: A Cup of Cofee – Berbagi Cerita

Kisah perjalanan Ali bin Abi Thalib

ali-bin-abi-thalib-bambangsuhartonoAli bin Abi Thalib ialah salah seorang sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk syurga. Salah satu kisah menakjubkan Ali bin Abi Thalib ialah menyambungkan kembali tangan seorang hamba yang terpotong tanpa meninggalkan bekas.

Tangan orang itu dipitong karena kesalahannya telah mencuri. Ketika ia ditanya siapa yang telah memotong tangannya, ia menjawab dengan bangga bahwa Ali lah yang telah menghukumnya dengan memotong tangannya.

Salman al-Farisi yang mendengar kata-kata hamba itu kemudian mengabarkan hali tersebut kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Beliau pun memanggil hamba itu dan meletakkan tangannya ka atas siku hamba tersebut serta menutupnya dengan kain sambil berdoa. Kemudian terdengar suara yang memerintahkan kain itu diangkat. Setelah diangkat, ajaib tangan itu kembali tersambung seperi sedia kala tanpa ada bekas sama sekali.

Dalam menganjurkan jihad, Sayyidina Ali bin Abi Thalib sangat tegas. Seperti yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Zaid bin Wahab, Ali pernah bekhutbah di hadapan kaum muslimin. “Hai kaum muslimin, berpeganglah kalian di jalan Allah demi untuk mencapai keridhaan-Nya melawan kaum yang keluar dari agama dan tenggelam dalam kesesatan. Persiapkan dirimu dengan pasukan kuda dan bertakwalah engkau kepada Allah karena Dia selalu bersama dengan orang-orang yang bertawakkal”
(more…)

Advertisements

Al-Kindi, Sejatinya Peletak Dasar Teori Relativitas

alkindiIa termasyhur sebagai seorang ilmuwan kimia, ahli matematika, dan filsuf yang handal. Al-Kindi yang mempunyai nama lengkap Abu Yusuf Ya’kub bin Ishak al-Kindi ini disebut Alkindus oleh bangsa Barat. Beliau dilahirkan pada tahun 809 M di Kuffah dari keluarga kaya dan terhormat. Al-Kindi sangat mengagumi pemikiran-pemikiran para filsuf Yunani-Romawi. Ia juga begitu terilhami oleh dua filsuf besar dari Yunani, yakni Socrates dan Aristoteles. Pengaruh dari kedua tokoh ini bisa dilihat dalam karya-karya Al-Kindi.

Benarkah Einstein adalah orang yang pertama kali mencetuskan teori relativitas? Teori relativitas sendiri merupakan sebuah revolusi dari perkembangan ilmu matematika dan fisika. Di Barat sendiri, ada beberapa pihak yang meragukan kebenaran bahwa teori relativitas itu pertama kali ditemukan oleh Einstein. Sejumlah ilmuwan sejarah berpendapat bahwa teori relativitas pertama kali diungkapkan oleh Galileo Galilei dalam karyanya yang bertajuk ‘Dialogue Concerning the World’s Two Chief Systems’ pada 1632.

Padahal sejatinya, sekitar 1.100 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitasnya, ataupun Galileo Galilei menulis karyanya tersebut, seorang ilmuwan muslim bernama al-Kindi telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas. Sesungguhnya, bukan sesuatu yang mengejutkan jika ilmuwan besar sekaliber al-Kindi mampu mencetuskan teori itu pada abad kesembilan Masehi.

(more…)

Pelajaran hidup dari sebuah “Pohon”

pohon buahBulan puasa adalah bulan yang pernuh berkah,  dimana kita akan banyak belajar dari bulan yang penuh hikmah ini. Belajar tidak harus melalui melalui orang , tetapi kita bisa belajar dari Alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Banyak sekali yang bisa kita ambil dari alam sebagai sarana belajar Kita, tulisan ini saya buat ketika renungan yang saya dapatkan pada saat melakukan perjalanan ke Grogol (menuju Univ. Trisakti) sambil mendengarkan salah satu radio favorit Radio Silaturahmi 720 Khz.

Belajar dari alam yang saya maksudkan adalah bagaimana kita belajar dari Ciptaan Allah SWT yaitu tumbuhan/ pepohonan.  Ada 4 kategori pepohonan yang bisa kita renungi, resapi dimana bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan kita.

1. Pohon yang lebat dan mempunyai Buah
Pohon yang lebat dengan dedaunan dan ranting yang banyak serta menghasilkan buah yang bermanfaat bagi orang banyak (bisa dimakan), banyak orang terkadang berteduh dipohon ini untuk baik pada saat hujan maupun panas, manusia merasa nyaman dengan pohon ini karena keteduhannya serta pohon yang berbuah ini bisa dimakan oleh manusia sebagai tambahan vitamin/ nutrisi untuk kesehatan, artinya jika kita belajar dari Pohon ini, Manusia dengan sifat, karakter serta perilakunya bisa membuat orang  menjadi teduh hatinya, nyaman pada saat orang ini berada, selain itu orang ini bisa memberikan manfaat kepada orang banyak, baik dari apa yang dikerjakan, diucapkan ataupun segala sesuatu aktifitas yang dilakukannya, sehingga orang-orang yang ikut dengannya (mengikutinya) bisa tumbuh dan berkembang  dengan apa yang telah diberikan oleh Orang tersebut

  (more…)

KEKUATAN IMPIAN

bambang suhartonoImpian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi

Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, (Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang). Ada 4 tip sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; Percaya, Loyalitas, Ulet dan Sikap Mental Positif.

Tip pertama adalah Rasa Percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang.

Tip yang kedua adalah Loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.

Tip yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras.

Tip yang ke empat adalah sikap mental positif.

(more…)

Kendalikan emosi mu, kendalikan kesuksesan Anda

kendalikan diriKemarin  saya mendapatkan email dari seorang yang sangat kenal dekat dengan saya, beliau memberikan sharing berupa email ini, setelah saya membacanya, saya melihat isinya sangat bagus sekali . Untuk itu tidak ada salahnya saya coba berbagi kembali ke rekan-rekan semua mengenai isi tulisan tersebut

“Emosi Anda adalah budak dari pikiran Anda dan Anda adalah budak dari emosi Anda” – Elizabeth Gilbert

Manusia hanya punya dua pilihan ketika bicara emosi. Mengendalikan emosi atau justru sebaliknya dikendalikan olehnya.

Emosi dapat berdampak pada karir Anda. Seperti yang dialami pegolf legendaris Bobby Jones. Jones adalah pegolf dengan kemampuan yang luar biasa. Ia mulai bermain golf di usia 5 tahun di tahun 1907. Sebelum berusia 12 tahun, ia telah berhasil memperoleh angka di bawah par, sebuah keberhasilan yang tidak dapat dicapai
oleh sebagian besar pemain golf sepanjang umur hidupnya bermain golf.

(more…)

Kumpulan Pribahasa Ungkapan Pepatah Beserta Artinya

pribahasaIndonesia memang bangsa penuh dengan sastra, dari mulai puisi, pantun, dan segala macamnya hingga untaian kata yang termaktub dalam pribahasa atau lebih dikenal dengan ungkapan pepatah. Setiap daerah sudah pasti memiliki pribahasa menurut bahasa masing-masing, dari mulai pribahasa Bahasa Sunda hingga pribahasa bahasa lainnya. Disini media berita ingin menyajikan Kumpulan Pribahasa Ungkapan Pepatah Beserta Artinya namun bukan pribahasa bahasa Sunda, atau bahasa lainnya melainkan Kumpulan Pribahasa Ungkapan Pepatah Beserta Artinya dalam bentuk bahasa nasional yakni pepatah Indonesia.

(more…)

Membuang amarah, mendapatkan keikhlasan

amarahTerus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar.” -Sidharta Gautama

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi Anda kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.

Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat Anda menerima apa yang Anda berikan.

Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu Anda menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.

(more…)

Air Minum yang berada di Gurun

gurunSeorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan,”Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu.. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air.

“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Begitu pikirnya.

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mencoba mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu, sekali pun berisiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.

(more…)

Cerita Kakek penjual amplop

kakek penjual amplopKisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

(more…)

Cinta Seorang Anak Terhadap sang Ibunda

anak kecilKisah di musim dingin (true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007) Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.
(more…)