:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Posts tagged 'bambang suhartono'

Tag Archives: bambang suhartono

Advertisements

Penggunaan Aplikasi Trello untuk kolaborasi Penelitian

Pada pembahasan yang lalu mengenai penggunaan Dropbox untuk kolaborasi penelitian, kali ini saya akan membahas mengenai penggunaan trello untuk model sejenis dalam kolaborasi penelitian khususnya skripsi

 

Advertisements

Bagaimana mengelola password yang Baik

Password merupakan suatu aspek keamanan informasi yang sangat kritikal serta sangat confidential (aspek Rahasia). Sering kali kita menggunakan password untuk hal-hal yang sifatnya untuk mengakses sesuatu informasi baik kita ingin mengkases email, social media ataupun aplikasi lainnya. Password tidak boleh diketahui oleh orang lain, cukup diri kita sendiri. Banyak sekali password-password yang sering saya temui merupakan password-password yang mudah ditebak dengan menggunakan beberapa teknik hacking seperti “Bruto force attack”. Password -password yang mudah ditemui antara lain :

Untuk mengatasi permasalahan password, berikut saya berikan tips & trik video bagaimana mengelola password yang baik.

 

Seminar & Workshop : “Using Technology to Improve Business Competitive Advantage “

Pada hari Sabtu, 15 April 2017, bertempat  di Universitas Universal Provinsi Batam. Kali ini saya diminta oleh Panitia untuk mengisi acara dengan tema “Using Technology to Improve Business Competitive Advantage”. Acara yang dimulai sekitar pukul 17.30, yang dihadiri sekitar 200 Mahasiswa/ i maupun Dosen dilingkungan Universitas Universal Batam. Saya mencoba membawakan materi bagaimana memanfaatkan teknologi informasi bisa berguna baik kemajuan bisnis usaha. Konsep yang dikemas adalah mengenai pemanfaatan teknologi Ecommerce/ perdagangan secara elektronik. Materi ini juga membahas mengenai teknik/ workshop bagaimana melakukan riset pasar baik melakukan fasilitas google maupun pada media facebook.

Untuk  detailnya mengenai materi presentasi ini bisa dilihat pada video berikut ini

 

 

Bagaimana Menyelaraskan Tujuan Bisnis Perusahaan/ Strategi Perusahaan dengan Tujuan TI/ Strategi TI ?

              Pada artikel sebelumnya yang sudah dibahas mengenai “Tata Kelola IT dengan menggunakan framework COBIT”. Dimana dalam pembahasan tersebut membicarak mengenai mengenai spesifik dari Frame Work COBIT.COBIT (Control Objectives for Information and related Technology) merupakan standar Tata Kelola TI yang dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI), yaitu sebuah organisasi yang melakukan studi tentang model Tata Kelola TI yang berbasis di Amerika Serikat. Berbeda dengan standar-standar Tata Kelola TI lainnya, COBIT mempunyai cakupan yang lebih luas, komprehensif, dan mendalam dalam melihat proses pengelolaan TI.

           Pada pembahasan Kali ini, saya akan membahas mengenai Bagaimana menyelaraskan strategi bisnis/ tujuan bisnis  (Bisnis Goal) perusahaan dengan tujuan TI/  (IT Goal)

Mengenai Strategi Penyelarasan (strategic alignment) 

            Saat ini Teknologi Informasi (TI) di dalam bisnis menempati peran yang lebih kritikal dibandingkan sebelumnya. Beranjak dari sekedar bagian dari faktor biaya menjadi service yang memberikan kontribusi kepada pencapaian tujuan bisnis. Menyelaraskan TI dengan kepentingan bisnis yang biasa sering  kita sebut sebagai penyelarasan strategis (strategic alignment)  merupakan tantangan besar bagi managemen TI dan juga tentu bagi managemen bisnis secara umum.

                Dalam banyak literatur mengenai managemen TI terdapat banyak definisi terkait dengan konsep penyelarasan (alignment) ini. Salah satu definisi yang cukup baik dinyatakan oleh Chan Y.E. (2002) yang menyatakan bahwa strategic alignment adalah derajat  keterkaitan dimana misi, tujuan, dan perencanaan fungsi TI didukung oleh misi, tujuan, dan perencanaan bisnis perusahaan.  Dalam kesempatan lain, ia juga menyatakan bahwa strategic alignment adalah kesesuaian antara prioritas dan aktivitas dari fungsi TI dengan unit-unit bisnis yang ada.

 image 1 - tujuan & proses IT

            Untuk menjawab tantangan ini, maka suatu organisasi harus memiliki pemahaman yang jernih dan mendalam terhadap tujuan bisnis perusahaan dan bagaimana tujuan TI dan proses-proses TI bisa mendukung pencapaian tujuan bisnis tsb. Setiap organisasi harus memiliki  tujuan  bisnis, strategi bisnis, dan mengkomunikasikannya kepada seluruh komponen organisasi agar mereka mau mengadopsinya. Yang seringkali terjadi adalah strategi atau tujuan bisnis tidak secara formal tertulis akibatnya banyak pihak di dalam organisasi secara umum tidak menyadari keberadaannya.

                Sebaiknya sedari awal manager TI dilibatkan dalam proses pendefinisian strategi bisnis khususnya pada organisasi atau perusahaan yang model bisnisnya sangat tergantung kepada TI sebagaimana dipromosikan oleh kerangka Tata Kelola TI COBIT (Control Objectivers for Information and Related Technologies) yang dinyatakan dalam salah satu control objective-nya bahwa arah tujuan bisnis dan keselarasannya dengan TI harus benar-benar dapat dipahami. Bisnis dan strategi TI harus terintegrasi, secara jelas menunjukkan keterkaitan antara tujuan perusahaan dengan tujuan TI, dan dapat mengidentifikasi peluang yang muncul namun dengan tetap memahami keterbatasan kapasitas yang ada saat ini, serta dikomunikasikan secara luas ke semua pihak yang berkepentingan di dalam organisasi.  

             Adapun tahapan-tahapan yang perlu dilakukan dalam penyelarasan Strategi Bisnis Perusahaan  dengan Tujuan TI adalah sebagai berikut :

Tahap 1 : Identifikasi dan Validasi

             Dalam fase pertama dilaksanakan proses identifikasi dan validasi tujuan bisnis (Business Goals) dari suatu organisasi atau perusahaan.  Tujuan bisnis yang diidentifikasi adalah tujuan bisnis yang bersifat jangka panjang  yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam waktu empat atau lima tahun ke depan.  Biasanya tujuan ini terdapat di dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP)/ Renstra (Rencana Strategis)/ Rencana Kerja 5 tahun (Activity Plan 5 tahun) dan bila tidak ada maka diperlukan diskusi dan brainstorming dengan para top management  (direksi dan manager) untuk menggali tujuan bisnis perusahaan sekaligus memvalidasinya.

                Tujuan bisnis akan berbeda-beda pada setiap organisasi bisnis tergantung pada jenis industrinya masing-masing. Jumlahnya juga bisa beragam, ada yang menginventaris tujuan bisnis dengan jumlah yang banyak namun di lain pihak ada juga yang jumlahnya tidak begitu banyak. Hal ini tidak menjadi masalah. Tapi secara umum akan mempengaruhi penentuan jumlah tujuan TI dan proses TI yang akan dilibatkan dalam mendukung proses bisnis perusahaan untuk meraih tujuan bisnisnya.

 Tahap 2 : Mapping Tujuan Bisnis  Perusahaan dengan COBIT Business Goals (more…)

Pentingnya IT Steering Comitee/ Komite Pengarah IT dalam Tata Kelola IT (IT Governance)

image 1 - komite pengarah itPada artikel sebelumnya yang sudah dibahas mengenai “Tata Kelola IT dengan menggunakan framework COBIT”. Dimana dalam pembahasan tersebut membicarak mengenai mengenai spesifik dari Frame Work COBIT.COBIT (Control Objectives for Information and related Technology) merupakan standar Tata Kelola TI yang dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI), yaitu sebuah organisasi yang melakukan studi tentang model Tata Kelola TI yang berbasis di Amerika Serikat. Berbeda dengan standar-standar Tata Kelola TI lainnya, COBIT mempunyai cakupan yang lebih luas, komprehensif, dan mendalam dalam melihat proses pengelolaan TI.

Pada pembahasan Kali ini, saya akan membahas mengenai pentingnya IT Steering Comitee (Komite Pengarah IT) dalam Pengelolaan IT (Tata Kelola IT / IT Governance).

Apa yang dimaksud IT Steering Comitee/ Komite Pengarah IT ?

Komite Pengarah TI adalah sebuah Badan/ Team administratif yang dibentuk dari berbagai bagian/ Department/ Unit Bisnis yang ada suatu organisasi/ perusahaan dimana berfungsi untuk melakukan monitoring dan memprioritaskan proyek-proyek IT dari perspektif lintas fungsional. Dua hal utama yang harus diperhatikan dalam Komite pengarah IT adalah sebagai berikut:

  • Komitee Pengarah IT membantu memastikan bahwa strategi TI sejalan dengan tujuan strategis organisasi.
  • Perwakilan Bagian/ Department/ Unit bisnis diwakili dalam komite pengarah memiliki kewenangan tertinggi atas keputusan strategis IT yang akan berdampak proses – proses yang ada perusahaan.
  • Komite pengarah IT melakukan pemilihan prioritas proyek-proyek IT (skala besar), persetujuan proyek TI, dan perencanaan strategis TI yang didasarkan atas sejalan dengan tujuan bisnis.

Apa yang Manfaat IT Steering Comitee/ Komite Pengarah IT ?

Komitee Pengarah IT haruslah memberikan manfaat bagi organisasi IT dan Perusahaan secara keseluruhan, antara lain :

  • Fokus pada Bisnis. Komite pengarah IT memiliki mandat terkuat yaitu untuk menemukan & menyelaraskan solusi bisnis yang dapat memanfaatkan teknologi.
  • Prioritas. Pada saat Pengelolaan anggaran, Organisasi IT akan dapat mengatur pengeluaran prioritas sesuai dengan rekomendasi kebutuhan bisnis Perusahaan.
  • Transparansi. Department/ Bagian/ Unit Bisnis diluar IT akan dapat melihat pengelolaan yang dilakukan oleh IT secara transparan . Termasuk juga dalam penetapan prioritas proyek, sehingga User bisa melihat kinerja yang dilaukan oleh Komite Pengarah IT maupun organisasi IT Department.
  • Proyek IT yang ada dalam perusahaan , terutama proyek-proyek lintas fungsional akan diputuskan berdasarkan persetujuan komite berdasarkan prinsip prioritas dan bukan hanya dalam unit bisnis IT.

(more…)

Bagaimana cara mengetahui keyword yang paling banyak dipakai dari Google

Menyambung pembahasan saya sebelumnya mengenai ” Bagaimana menggunakan Freeadwordstool, untuk menganalisa produk yang akan kita jual” yang sudah pernah saya bahas sebelumnya. Kali ini saya akan berbagi mengenai bagaimana cara mengetahui keyword yang paling banyak dipakai dari Google.  Bagi para pelaku usaha  terutama yang berkecimpung di dunia online ataupun bagi rekan-rekan yang ingin memulai usaha terutama usaha online (usaha yang bergantung pada internet) sehingga website rekan-rekan atau usaha Anda akan kebanjiran order/ kunjungan.  Mungkin tips & trik ini bisa dicoba, agar usaha online anda bisa berhasil.

Adapun caranya adalah sebagai berikut :

  1. Buka website http://www.google.com/trends/explore
  2.  Setelah terbuka, maka Anda akan melihat hasilnya (standard google), seperti kata kunci teratas (topics). Untuk mendapatkan hasil sesuai dengan keinginan Anda (spesifik), silahkan lakukan pengaturan  terserah sesuai keinginan Anda. Seluruh dunia mulai dari tahun 2004 – sekarang, Anda bisa melakukan penggantian tahun, misalkan dari 2 tahun terakhir.
  3. Tentukan Kategori yang  Anda inginkan, misalkan  : Food,  Busines Industrial, COmputer, Finance, dll. Jika diperlukan lakukan pemilihan pada web search, web search digunakan untuk mengetahui dari mana saja orang melakukan pencarian,misalkan dari web search, image search, News search, dll).
  4. Yang menarik dari tools ini adalah Anda dapat melihat apa yang sedang populer dan paling banyak dicari pada kategori tertentu. Contohnya gambar
    cara mencari keyword yg banyak dicari di google

Cara Melakukan Meeting/ belajar online secara gratis

Dalam pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara melakukan meeting/ belajar secara online (e-learning) secara gratis (free). Banyak sekali produk/ website yang menyediakan fasilitas meeting / belajar secara online, artinya kita tidak perlu harus bertemu secara langsung (fisik), misalkan www.anymeetng.com, www.virtualmeeting.com, tapi itu semua adalah produk yang berbayar. Kali ini saya akan membahas mengenai penggunanaan fasilitas meeting/ belajar secara online secara gratis. Pembahasan ini sebenarnya menyambung dengan tulisan saya sebelumnya dengan judul “Drop Box untuk kolaborasi penelitian-skripsi”.  Produk yang saya gunakan merupakan produk Teamviewer versi 11, dimana pada versi 11 ini. Teamviewer umumnya digunakan untuk aplikasi remote (server/ client) , akan tetapi pada versi ini sudah ada fasilitas untuk Meeting.

Berikut saya coba bahas mengenai cara penggunaanya :

1.   Sebagai Administrator (Pemberi Materi)

a.  Download pada website Teamviewer,

b.  Lakukan installasi

c. Jika sudah melakukan installasi Teamviewer, maka Anda diminta untuk login (masukan username (email)  & password
team 1

(more…)

Tata Kelola TI – Sebuah Konsep Pengelolaan TI yang bersinergi dengan Tata Kelola Perusahaan

Latar Belakang Tata Kelola TI

Tata Kelola IT - IT Governance - Pandu Cipta SolusiPada Tulisan Kali ini, saya akan membahas mengenai Perlunya pengelolaan Teknologi Informasi, dimana sering kita mendengar istilah Tata Kelola IT (IT Governance).  Tata Kelola TI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance). Teknologi Informasi (TI) adalah faktor penting dalam meraih sukses di era ekonomi informasi ini. Bahkan saat ini TI adalah bagian sentral dari banyak operasi bisnis khususnya di bidang managemen finansial. Sebagai akibatnya Tata Kelola Perusahaan (Enterprise Governance) dan Tata Kelola TI (IT Governance) tak dapat lagi dikatakan sebagai dua hal yang terpisah. Tata kelola perusahaan yang efektif  fokus pada individu dan sekumpulan ahli berpengalaman yang bekerja secara produktif, dimana kinerjanya dapat dimonitor dan diukur, serta memberikan jaminan bahwa setiap issu-issu kritikal yang muncul dapat segera ditangani. Di pihak lain TI telah lama dikenal sebagai enabler bagi strategi perusahaan, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi itu sendiri.

                Tata kelola TI memberikan suatu dasar struktur yang mengaitkan dan menyelaraskan proses-proses TI, sumberdaya TI, serta informasi yang dibutuhkan perusahaan dalam mengimplementasikan strateginya untuk meraih target-target yang telah dicanangkan. Tata kelola TI mengintegrasikan serta mengoptimalisasikan metode untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan akuisisi dan implementasi, delivery dan support, serta monitoring dan evaluasi kinerja TI. Hal yang penting untuk diketahui bersama bahwa Tata Kelola TI adalah bagian tak terpisahkan dari sukses pelaksanaan Tata kelola Perusahaan dengan cara memastikan adanya peningkatan yang terukur terhadap efisiensi dan efektivitas proses-proses bisnis perusahaan.

Gambar 1.1 Kerangka pengendalian dan peningkatan berkelanjutan

        (more…)

Seminar : Menjadi Wirausaha Muda dengan Industri Kreatif IT dan Technopreneurship #1

Pada hari minggu, 6 Desember 2015 bertempat di Gedung  Islamic Center – Citra Raya , Tangerang.  Saya diminta oleh senat Mahasiswa STMIK Insan Pembangunan untuk mengisi acara dengan tema “Menjadi  Wirausaha Muda dengan Industri kreatif IT dan Technopreneurship”.  Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00, yang dihadiri oleh sekitar 200 Mahasiswa/I yang berasal dari STIE-STMIK Insan Pembangunan. Saya mencoba membawakan materi bagaimana generasi muda khususnya adalah Mahasiswa/I untuk bisa menjadi wirausaha dengan cara menciptakan pekerjaan sendiri dengan menggunakan konsep ide & kreatifitas yang dimiliki tanpa harus tergantung untuk menjadi pekerja (bekerja dengan orang lain) atau sering disebut sebagai “menjadi Karyawan”.

12342657_425857557612862_5481794213609692047_n

Saya mencoba memulai membawakan materi Bagaimana setelah lulus dari Perguruan Tinggi ?. Anda akan menghadapi 3 pilihan, antara lain :

  1. Menikah
  2. Kuliah (melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi)
  3. Bekerja (secara Mandiri = wirausaha dan bekerja dengan orang lain = karyawan).

Untuk ketiga perbedaan ini saya sudah jelaskan pada tulisan saya sebelumnya pada saat saya memberikan seminar pada tanggal 6 Mei 2015 pada SMK Al Muslim Bekasi. Pada artikel ini, saya akan mencoba menggali lebih dalam aspek-aspek apa yang kira-kira bisa menjadi peluang usaha terutama bagi para generasi muda, khususnya para generasi muda yang hobi akan dunia IT baik dari kalangan Mahasiswa/I Informatika  yang masih aktif  maupun yang sudah lulus.

Kalau kita berbicara mengenai Bekerja (poin no 3), Anda harus mempunyai kompetensi  yang mumpuni, agar bisa diterima oleh orang lain sesuai dengan profesi yang Anda geluti.  Dalam kompetensi sendiri terdiri atas 3 aspek penting yang membentuknya, antara lain :

  1. Skill
  2. Knowledge
  3. Attitude

skill - knowledge - attitudeSaya coba jelaskan satu  per satu mengenai 3 komponen pembentuk kompetensi tersebut :

  1. Skill : Jika kita berbicara mengenai skill, Kita akan banyak berbicara mengenai “Kemampuan “ seseorang. Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang bisa diperoleh dari kemampuan seseorang untuk bisa melakukan sesuatu, kemampuan ini bisa diperoleh secara formal (sekolah/ perkuliahan) maupun non formal (melakukan eksperimen sendiri maupun melalui kelompok/ komunitas untuk membahas mengenai  kemampuan tersebut.
  2. Knowledge : jika kita berbicara mengenai knowledge, Kita akan berbicara mengenai “Pengetahuan” seseorang.  Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sama dengan skill, bisa diperoleh dengan cara formal (sekolah/ perkuliahan) maupun non formal (belaar melalui internet, komunitas )
  3. Attitude : Jika Kita berbicara mengenai attitude, Kita akan berbicaa mengenai “Mau/ Tidak” untuk melakukan sesuatu dari orang tersebut. Kemauan tumbuh dari rasa kesadaran untuk mau melakukan/ membantu terhadap sesama.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini seperti  2 sisi yang saling menyatu bersinergi untuk menjadikan hidup ini lebih mudah, lebih efisien terhadap apa yang kita lakukan.  Dengan ilmu pengetahuan dan Teknologi, terutama teknologi informasi  kita semua lebih cepat mendapatkan informasi,  beda dengan era sebelumnya dimana  sebelum teknologi informasi berkembang pesat susah mendapatkan informasi, tetapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang didapkatkan bisa diperoleh saat itu juga (real time).

(more…)

BPRE (Business Process Re-Engineering) = menyederhanakan proses bisnis

           BPR Business Need pandu cipta solusi  Dalam kegiatan operasional perusahaan, sering kali kita menemukan terjadinya hal-hal yang dirasa tidak efisien dalam beberapa proses sehingga berdampak proses yang dirasa tidak efektif dan yang paling ekstrem adalah menyebabkan biaya yang cukup tinggi dalam operasional perusahaan. Biaya operasional yang tinggi (overhead) akan berdampak kepada meningkatnya harga penjualan suatu barang maupun jasa. Dengan meningkatnya harga penjualan tersebut mengakibatkan persaingan pada dunia industry semakin tidak kompetitif, apalagi dijaman sekarang ini dimana pelanggan lebih berfokus kepada harga, karena memang faktor ekonomi global yang semakin menurun. Jika perusahaan tidak bisa bersaing dalam harga serta tidak melakukan inovasi baru, akan mungkin terjadi perusahaan tersebut akan ditinggalkan oleh pelanggannya, karena pelanggan yang lama akan beralih kepada produk lainnya (produk pengganti) yang sama fungsinya.

             Perlu diingat bahwa setiap perusahaan harus bisa survive dalam menghadapi setiap tantangan . Saat ini dimana ekonomi sedang menurun, harusnya  perusahaan melakukan improvement/ perbaikan disetiap proses yang ada, dimana seluruh bagian harus berkontribusi untuk melihat kembali proses-proses mana yang dirasa kurang efektif dan banyak terjadi pemborosan (waktu, biaya). Dengan perananan inisitaif dari puncak pimpinan (top management) dan dilakukan baik seluruh pihak (midlle management, maupun operasional). Banyak metode yang digunakan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan dengan metode six sigma, kaizen (SS, QCC, QCP).  BPRE (Business Process Re-engineering) atau sering dikenal dengan Rekayasa ulang Proses Bisnis adalah suatu model pendekatan dengan cara melihat proses-proses yang ada apakah ada proses yang tidak efektif & efisien  sehingga bisa menimbulkan terjadinya pemborosan (waktu & biaya) dan memperbaiki proses-proses tersebut (menyederhanakan) (memisahkan proses lama kepada proses baru) sehingga bisa berdampak kepada proses yang dirasa efektif & efisien, biasanya indicator efektif dan efisien adalah dengan mengukur/ membandingkan baik secara waktu sebelum perubahan proses dengan sesudah proses, dimana seharusnya proses yang terjadi bisa lebih cepat, begitu pula jika diukur/ dibandingkan dengan biaya, seharusnya BPRE yang baik bisa menimbulkan pemangkasan biaya (cost reduction) (biaya nya lebih murah).        (more…)