:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Kategori Pilihan » Information Technology » Seminar : Menjadi Wirausaha Muda dengan Industri Kreatif IT dan Technopreneurship #1

Seminar : Menjadi Wirausaha Muda dengan Industri Kreatif IT dan Technopreneurship #1

Pada hari minggu, 6 Desember 2015 bertempat di Gedung  Islamic Center – Citra Raya , Tangerang.  Saya diminta oleh senat Mahasiswa STMIK Insan Pembangunan untuk mengisi acara dengan tema “Menjadi  Wirausaha Muda dengan Industri kreatif IT dan Technopreneurship”.  Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00, yang dihadiri oleh sekitar 200 Mahasiswa/I yang berasal dari STIE-STMIK Insan Pembangunan. Saya mencoba membawakan materi bagaimana generasi muda khususnya adalah Mahasiswa/I untuk bisa menjadi wirausaha dengan cara menciptakan pekerjaan sendiri dengan menggunakan konsep ide & kreatifitas yang dimiliki tanpa harus tergantung untuk menjadi pekerja (bekerja dengan orang lain) atau sering disebut sebagai “menjadi Karyawan”.

12342657_425857557612862_5481794213609692047_n

Saya mencoba memulai membawakan materi Bagaimana setelah lulus dari Perguruan Tinggi ?. Anda akan menghadapi 3 pilihan, antara lain :

  1. Menikah
  2. Kuliah (melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi)
  3. Bekerja (secara Mandiri = wirausaha dan bekerja dengan orang lain = karyawan).

Untuk ketiga perbedaan ini saya sudah jelaskan pada tulisan saya sebelumnya pada saat saya memberikan seminar pada tanggal 6 Mei 2015 pada SMK Al Muslim Bekasi. Pada artikel ini, saya akan mencoba menggali lebih dalam aspek-aspek apa yang kira-kira bisa menjadi peluang usaha terutama bagi para generasi muda, khususnya para generasi muda yang hobi akan dunia IT baik dari kalangan Mahasiswa/I Informatika  yang masih aktif  maupun yang sudah lulus.

Kalau kita berbicara mengenai Bekerja (poin no 3), Anda harus mempunyai kompetensi  yang mumpuni, agar bisa diterima oleh orang lain sesuai dengan profesi yang Anda geluti.  Dalam kompetensi sendiri terdiri atas 3 aspek penting yang membentuknya, antara lain :

  1. Skill
  2. Knowledge
  3. Attitude

skill - knowledge - attitudeSaya coba jelaskan satu  per satu mengenai 3 komponen pembentuk kompetensi tersebut :

  1. Skill : Jika kita berbicara mengenai skill, Kita akan banyak berbicara mengenai “Kemampuan “ seseorang. Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang bisa diperoleh dari kemampuan seseorang untuk bisa melakukan sesuatu, kemampuan ini bisa diperoleh secara formal (sekolah/ perkuliahan) maupun non formal (melakukan eksperimen sendiri maupun melalui kelompok/ komunitas untuk membahas mengenai  kemampuan tersebut.
  2. Knowledge : jika kita berbicara mengenai knowledge, Kita akan berbicara mengenai “Pengetahuan” seseorang.  Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sama dengan skill, bisa diperoleh dengan cara formal (sekolah/ perkuliahan) maupun non formal (belaar melalui internet, komunitas )
  3. Attitude : Jika Kita berbicara mengenai attitude, Kita akan berbicaa mengenai “Mau/ Tidak” untuk melakukan sesuatu dari orang tersebut. Kemauan tumbuh dari rasa kesadaran untuk mau melakukan/ membantu terhadap sesama.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini seperti  2 sisi yang saling menyatu bersinergi untuk menjadikan hidup ini lebih mudah, lebih efisien terhadap apa yang kita lakukan.  Dengan ilmu pengetahuan dan Teknologi, terutama teknologi informasi  kita semua lebih cepat mendapatkan informasi,  beda dengan era sebelumnya dimana  sebelum teknologi informasi berkembang pesat susah mendapatkan informasi, tetapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang didapkatkan bisa diperoleh saat itu juga (real time).

Saat ini fakta penggunaan teknologi informasi  dari seluruh umur maupun kalangan lapisan masyarakat sudah banyak menggunakannya, akan tetapi banyak sekali masyarakat Kita yang belum memanfaatkan teknologi informasi tersebut  sebagai peluang usaha, masih sebatas penggunaan untuk hiburan, berbelanja, berita maupun social media. Memang tidak bisa Kita pungkiri bahwa masyarakat butuh akan hal-hal tersebut. Salah satu peluang usaha yang bisa diperoleh dalam pemanfaatan teknologi informasi  adalah dengan menjalankan konsep Ekonomi Kreatif.

 era industri kreatifEkonomi kreatif adalah adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan keluasan pengetahuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. (di eropa dikenal = ekonomi kreatif).  Ide Ekonomi kreatif muncul setelah mengalam beberapa era sebelumnya, antara lain (era Agro Culture, era Industri, era Teknologi Informasi). Jadi dengan kata lain ,bahwa saat ini Kita semua mengalami era ke 4 yaitu Era Ekonomi Kreatif. Jika Kita berbicara mengenai Kreatifitas yang tumbuh dari pikiran setiap orang, sudah barang tentu ekonomi yang membawa nilai-nilai kreatifitas akan berjalan lebih maju. Didalam Ekonomi Kreatif sendiri, nantinya akan ada suatu Industri yang dinamakan Industri Kreatif.

Industri Kreatif adalah kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait penciptaan atau pembuatan satu benda atau penggunaan pengetahuan dan informasi.   (di eropa dikenal = Industri Budaya). Indonesia sendiri saat ini sudah mencanangkan ada 14 jenis Industri Kreatif, dimana nantinya Industri Kreatif ini nantinya akan membawa Indonesia menjadi Negara yang maju sesuai dengan Visi Industri Kreatif 2025.

Dengan Industri Kreatif, manfaat yang diperoleh antara lain :

  1. Kontribusi Ekonomi, dapat meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto), serta menciptakan lapangan Pekerjaan (ekspor)
  2. Iklim Bisnis, dapat menciptakan lapangan usaha kerja baru, serta berdampak bagi sector lain dilihat dari perspektif pemasaran
  3. Citra dan Identitas Bangsa, dapat meningkatkan Citra Bangsa Indonesia, sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisata (turisme), menjadi ikon nasional dan membangun budaya serta nilai lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah.
  4. Sumber daya terbarukan, dengan adanya kreatifitas menjadikan indsustri ini menjadi industri yang bisa diperbarukan/ regenerasi.
  5. Inovasi dan Kreativitas, dengan adanya kreatifitas meningkatkan ide dan gagasan serta penciptaan nilai
  6. Dampak social, dengan adanya kreatifitas berdampak kepada pemerataan kualitas hidup serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun 14 Industri Kreatif yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia adalah :

  1. Advertising
  2. Antiques
  3. Architecture
  4. Craft
  5. Computer Service & Software
  6. Design
  7. Fashion
  8. Interactive Games
  9. Music
  10. Performance Art
  11. Publishing & Printing
  12. RND (Research and Development)
  13. Television & Radio
  14. Video, Film & Photography

14 industri kreatifJika kita berbicara mengenai Industri Kreatif, kita tidak lepas juga akan istilah “Technopreneurship”. Technopreneurship adalah merupakan suatu upaya dalam membuat bisnis dengan berbasis IT, sehingga diharapkan pergerakan bisnis tersebut selalu baik. Kunci keberhasilan Technopreneurship adalah “Kreatifitas”.

Untuk menjadi Technopreneurship, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, antara lain :

  1. Mulailah dari “Passion” Anda. Passion atau hasrat/ keinginan biasanya dilakukan karena adanya rasa suka akan sesuatu. Sebagai contoh, jika Anda lebih menyukai akan hal-hal bersifat seni Design dengan menggunakan komputer (Design Graphis), dari situlah Anda melakukan usaha Anda. Karena dari setiap proses yang Anda lakukan dari pekerjaan Anda, akan menikmati setiap proses yang Anda lakukan dan pada akhirnya akan menyelesaikan juga dengan kepuasan tersendiri.
  2. Anda harus fokus terhadap sesuatu yang Anda lakukan, jangan tergoda dengan keinginan untuk melakukan hal lainnya, tetapi Anda tidak menyelesaikannya sampai selesai. jadi Fokuslah apa yang Anda sudah tentukan di awal (Passion)
  3. Manfaatkan Teknologi. Mau tidak mau, suka atau tidak suka Anda harus melalui fase ini, karena hampir semua aspek kemajuan usaha/ bisnis, saat ini peranan teknologi mempunyai perananan yang penting, untuk itu Anda harus memanfaatkan teknologi tersebut (spt : teknologi Internet).
  4. Bentuk Jaringan Bisnis “Network”. Untuk meraih sukses jarang sekali orang bekerja sendiri, akan tetapi Anda harus membuat jaringan bisnis Anda agar bisa meraih yang lebih besar.
  5. Review setiap Proses. Setiap apa yang Anda sudah lakukan (dari poin 1 – 4), lakukan review/ kaji ulang, apakah setiap proses yang Anda sudah lakukan, sudah berjalan sesuai dengan target awal belum ? jika belum, maka lakukan perbaikan secara benar.

Berikutnya, Bagaimana mencari Ide Kreatif ?

  1. Lakukan Riset, kira-2 apa yang banyak dibutuhkan oleh orang. Banyak cara untuk melakukan riset, baik melalui media televisi, Koran, riset langsung ke pasar (mengunjungi dan melakukan wawancara) ataupun melalui internet (yang saat ini banyak dilakukan oleh para pelaku usaha didalam Internet, yaitu menggunakan Google Adwords.
  2. Belajarlah dari Orang-orang yang sudah sukses, dalam tahapan ini saya sering mengumpamakan dengan istilah ATM (Amati – Tiru – Modifikasi), konsep pemahamannya adalah, Anda mengamati terhadap sesuau yang sudah berhasil, seperti contoh : konsep Tokobagus.com/ olx.co.id, dari sana Anda mengamati fitur-2 apa saja yang ada disana, dan Anda harus bertanya dalam diri Anda, mengapa mereka bisa bagus & banyak digunakan oleh orang. Setelah itu Anda lakukan membuat konsep yang mirip dengan teknologi tersebut tetapi Anda harus melakukan sesuatu yang unik/ berbeda dari teknologi sebelumnya, tujuannya adalah Agar Anda dapat membuat sesuatu perbedaan yang nanti berharap akan diterima oleh Pasar.
  3. Belajar dari masalah Anda sendiri, yaitu berdasarkan pengalaman-pengalaman yang Anda alami selama ini, kira-2 apakah ada yang bisa Anda jadikan sebagai Ide kreatif bagi usaha Anda
  4. Belajar dari Masalah Orang, hampir sama seperti masalah pada diri sendiri, bedanya adalah Anda harus menggali informasi, kira-2 apa yang banyak dialami oleh orang-orang, sehingga permasalahan tersebut, bisa dijadikan ide kreatif Anda.
  5. Berdasarkan Trends, hal ini tidak bisa dipungkiri, karena trend/ saat ini, adalah yang paling banyak diminati oleh orang.

cara ide kreatif 1Dari setiap Ide kreatif yang Anda Buat, Anda harus menciptakan nilai dari setiap ide kreatifitas Anda, Nilai suatu produk/ ide kreatif adalah strategi agar produk/ ide yang dibuat bisa bermanfaat bagi pengguna dan memiliki perbedaan dengan produk/ ide lainnya. Banyak sekali contoh-contoh Produk-produk yang memberikan nilai dari sebuah Produk/ idenya , sebagai contoh :

  1. Google dengan memberikan nilai kemudahan orang untuk mencari sesuatu pada saat berselancar diinternet
  2. Goojek dengan memberikan nilai kemudahan bagaimana orang mencari kendaraan ojek tanpa harus datang ke pangkalan.
  3. Amazon dengan mberikan nilai kemudahan bagaimana orang dulunya mencari/ membeli buku/ elektronik, tanpa harus beranjak dari rumah untuk pergi ke toko buku/ elektronik.
  4. Traveloka dengan memberikan nilai kemudahan bagaimana orang mencari hotel tanpa harus bingung-bingung mencari hotel yang akan dituju.

contoh ide kreatif 1

Untuk  pembahasan mengenai Peluang Kerja pada Industri Kreatif IT secara spesifik , akan dibahas pada artikel lainnya, menyambung  dengan pembahasan artikel ini dengan judul “Jenis- jenis peluang kerja pada Industri Kreatif IT #2″


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: