:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Kategori Pilihan » SEO and Internet Marketing » APA PERBEDAAN NOFOLLOW DAN DOFOLLOW?

APA PERBEDAAN NOFOLLOW DAN DOFOLLOW?

APA PERBEDAAN NOFOLLOW DAN DOFOLLOW? Perbedaan mendasar antara link dofollow dan nofollow ada pada kemampuannya meneruskan poin halaman. Sebuah halaman yang dofollow akan memberikan poinnya kepada halaman yang dirujuknya, sedangkan halaman nofollow tidak. Jadi menurut anda lebih baik jadi nofollow atau dofollow?
 

Jawabnya adalah tergantung pada kemampuan dan kebutuhan anda. Jika anda merasa mampu untuk membuat blog anda ramai, maka tidak perlu melakukan trik ini karena tujuan trik ini hanya untuk menambah trafik. Penggunaan trik ini akan menambah pengunjung blog anda dari kalangan pemburu backlink (seperti saya). Pertanyaannya adalah apakah anda butuh kehadiran pemburu backlink?

Jika anda merasa kehadiran pemburu backlink bisa menambah poin alexa anda, maka jangan terburu-buru menjadi dofollow. Ada tiga hal lagi yang harus anda pertimbangkan.

  1. Apakah penambahan poin alexa ini masih memberi manfaat lebih banyak dibandingkan efek penurunan poin halaman blog anda?
  2. Apakah anda cukup nyaman dengan komentar yang seringkali cuma basa-basi.
  3. Apakah anda cuma butuh trafik biasa dan bukan trafik tertarget? Trafik biasa itu artinya,….yang penting  ada pengunjung. Sedangkan trafik tertarget adalah trafik yang benar-benar mencari yang anda tawarkan.

Jika jawaban anda sama seperti di bawah ini, maka silahkan lanjut menjadi blog dofollow. Jika tidak, maka sebaiknya berpikir ulang dulu sebelum menjadi dofollow. Jadi …. apakah jawaban anda sama dengan jawaban berikut?

  1. Ya, pengunjung jadi lebih banyak dibandingkan waktu masih nofollow. Jadi walaupun dari Google berkurang, pegunjung yang tertarik dengan halaman dofollow masih lebih banyak lagi.
  2. Tidak apa-apa basa-basi yang penting ramai
  3. Saya tidak butuh pengunjung yang spesifik, yang penting alexa turun, supaya orang mau beriklan atau memasang review, dsb.

Jika jawaban anda adalah sebaliknya, maka jangan dulu menjadi dofollow. Pastikan anda tahu hitung-hitungannya. Banyak yang menjadi dofollow mundur di tengah jalan dan hanya mengotori daftar dofollow yang sudah dibuat beberapa blogger yang merekomendasikan website mereka.

Jika anda merasa dofollow kurang sesuai untuk blog anda, maka coba optimasi blog anda dengan cara-cara yang lebih alami. Coba lakukan optimasi SEO yang mendasar saja, sambil mencari tambahan pengalaman dari hari ke hari.

Tentunya dengan memahami perbedaan antara nofollow dan dofollow ini bisa membantu anda memilih yang terbaik untuk blog anda. Sebagai akibatnya, tulisan ini tentu bisa menyulitkan saya mendapat halaman blog dofollow baru, karena semakin banyak yang akan berpikir ulang.

Tapi itu lebih baik daripada menghabiskan waktu mengecek semua website yang ternyata kembali jadi nofollow. Lebih baik sedikit, tapi dofollow, daripada banyak tapi nofollow….. It’s a waste of time. Lagi pula ada banyak cara menemukan link dofollow….. tinggal kekreatifitasan kita saja berburu.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: