:. Bambang Suhartono' Blog .:

2 buah bata

Pada tahun 1983 sang pengarang yang adalah seorang biksu mulai membangun sebuah wihara di salah satu tempat di Australia.

Karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar tukang, sang biksu dan rekan-rekannya mengerjakan sendiri bangunan itu : mempersiapkan pondasi, menyemen, dan memasang batu bata, mendirikan atap, memasang pipa-pipa – pokoknya semua. Ia dan rekannya sesama biksu sama sekali tidak terampil bertukang pada awalnya, sehingga sangatlah sulit bagi mereka untuk menyusun tembok batu-bata dengan rapi. “Kelihatannya gampang, membuat tembok dengan batu bata: tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana, sedikit ketok sini. Ketika saya mulai memasang batu bata, saya ketok satu sisi untuk meratakannya, tetapi sisi lainnya malah jadi naik. Lalu saya ratakan sisi yang naik, batu batanya jadi melenceng. Setelah saya ratakan kembali, sisi yang pertama jadi terangkat kembali.” tulisnya dalam buku itu.

 

Dengan kesabaran dan waktu yang cukup, dikisahkan bangunan yang dimaksudkan sebagai wihara itu pun selesai.

Tapi, di antara 998 batu bata yang berhasil disusun rapi menjadi tembok wihara itu, ternyata ada dua batu bata yang mengganggu pandangan mata.

Dua batu bata itu terpasang miring. Sang biksu cukup lama merasa sangat terganggu melihat dua batu bata miring itu sehingga tergoda untuk membongkarnya kembali.

 

Beruntung kemudian ada seseorang melihat bangunan itu dan berkata : ”Itu tembok yang indah.” Sang biksu menyahut, “Pak, apakah kacamata Anda tertinggal di mobil? Apakah penglihatan Anda sedang terganggu? Tidakkah Anda melihat dua batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?”

 

Apa jawaban sang tamu itu? “Ya, saya bisa melihat dua bata jelek itu, namun saya juga bisa melihat 998 batu bata yang bagus.”

 

******

Bukankah dalam hidup kita, kita sering seperti itu?

Saat menemukan keburukan dari pasangan, partner kerja, atasan, bawahan, dsb sungguh sanggup membuat kita kesal sampai-sampai lupa akan segala kebaikannya.

Saat kita menemukan kegagalan dalam hidup kita, ternyata  hal itu sanggup membuat kita merasa malang dan melupakan segala kebaikan yang ada di dalam hidup kita.

 

Mari ambil waktu sejenak untuk bersyukur,

Lihatlah 998 bata di dalam hidup kita.


1 Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: