:. Bambang Suhartono' Blog .:

Home » Research & Development » Bagaimana caranya menjadi peneliti – Researcher

Bagaimana caranya menjadi peneliti – Researcher

Pada artikel saya sebelumnya mengenai penelitian ataupun karya ilmiah, saya memberikan referensi ataupun teori terkait bagaimana kita melakukan tahapan-tahapan penelitian.

Kali ini saya coba sharing mengenai konsep pemikiran saya terutama mengenai paradigma bagaimana kita bisa menjadi peneliti. Terkadang tahapan yang kita lalui terutama dalam hal mengetahui suatu informasi ,  tetapi terkadang kita kurang passion untuk mendalaminya, sehingga terkadang pemahaman kita terhadap informasi tersebut tidak banyak (hanya kulitnya luarnya saja), atau kalau boleh saya artikan kita kurang menggali terhadap prinsip 5 W+2 H (What, why, when, where, who, How, How Much/ how many).
Sebagai contoh : misalkan kita mengetahui mengenai permasalahan mengenai virus, tetapi terkadang kita hampir jarang untuk medalami kenapa virus itu bisa ada, trendnya seperti apa, bagaimana teknik penyebarannya seperti apa, kapan bisa terjadi.

Saya coba menggambarkan tahapan dalam hal jika kita ingin menjadi peneliti – Researcher, berdasarkan pengalaman yang saya geluti selama ini.

Penjelasan :

1.  Case (Problem), level 1 – pada tahapan ini biasanya kita mendapatkan informasi mengenai masalah yang terjadi, biasanya untuk mendapatkan informasi ini terkadang kita bisa mendapatkan dari internet, koran, telelvisi ataupun radio. Problem ini, tergantung kita, apakah kita tertarik akan permasalahan yang terjadi  ? atau tidak, biasanya kalau kita tertarik dengan permasalahan yang terjadi dan ingin lebih dalam mengetahuinya, berarti kita bisa masuk ke level 2, tetapi jika tidak tertarik biasanya kita berhenti sampai di level 1.   Sebagai gambaran, umumnya orang-orang di level 1 ini belum ada passion untuk menjadi peneliti tersebut.

2.  Focus Research – Level 2, pada tahapan ini biasanya orang akan tertarik terhadap permasalahan yang ada dan ingin banyak mencari tahu kenapa hal ini bisa terjadi (proses penggalian dengan menggunakan konsep 5W + 2 H. Biasanya tahapan ini, seseorang akan  fokus terhadap permasalahan yang ada, tujuannya adalah agar penelitiannya tidak melebar atau menjadi bersifat general, atau kalau boleh saya artikan lebih spesifik, biasanya kaidah fokus yang umum digunakan adalah masalah harus bersifat SMART (Spesifik, Measurable, Attainable, Reasanable, Timeable).

Spesifik            : artinya fokus terhadap permasalahan, jangan terlalu general.
Measurable     : artinya bahwa penelitian yang kita ambil harus terukur , ada data-2
pendukung, khususnya berupa angka-2/ kuantitatif
Attaianable      : artinya menantang bagi peneliti untuk dilakukan penelitian, atau boleh
saya artikan passion
Reasonable      : artinya alasan apa/ atas dasar apa  kita mengambil penelitian ini
Timeable         : artinya penelitian ini harus ada jangka waktunya (sampai dengan selesai)

3. Metodology – Level 3, pada tahapan ini adalah dimana metodology penelitian apa yang akan kita gunakan , bisa observasi, wawancara, study literatur/ pustaka. Ataupun data-data yang dipakai bisa data-data bersifat primer (langsung dari sumbernya) ataupun data-data sekunder (tidak langsung dari sumbernya, contoh : internet, pustaka).

4. Supporting Data – Level 4, pada tahapan ini adalah pengumpulan data-data pendukung ataupun referensi-referensi yang kita gunakan sebagai data-data penelitian. Data-data ini nantinya disajikan dalam penelitian tersebut, tujuannya adalah agar pembaca bisa memahami bahwa permasalahan/ kejadian tersebut secara angka/ kuantitatif terjadi. Contoh : data-data serangan virus yang terjadi selama kurun waktu tahun 2012, data-data ini bisa didapatkan dari organisasi/ perusahaan/ komunitas terkait permasalahan yang ada, misalkan : symantec, microsoft, gartner, dll.

5.  Compiling (Writing) – Level 5, tahapan ini boleh dikatakan tahapan yang cukup susah, karena saya merasakan hal ini :), tahapan ini adalah dimana kita melakukan penulisan/ dokumentasi terhadap peneltian kita. Tujuannya adalah hasil penelitian kita terdokumentasi dengan baik (rapi baik secara tulisan ataupun metodology, data yg disajikan), sehingga para pembaca bisa membacanya dengan mudah dan memahami peneltian kita.

Segitiga Piramida – research merupakan kesimpulan yang saya buat terhadap bagaimana kita ingin menjadi peneliti , mulai dari kita hanya mengetahui informasi sampai dengan tahap dokumentasi , berdasarkan pengalaman saya selama ini.

Semoga bisa bermanfaat…


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: